Berdasarkan laporan Datassential 2026, fiber (serat) diprediksi akan mengalahkan protein sebagai tren kesehatan terbesar di tahun 2026. Lebih dari 50% konsumen menyatakan bahwa mengonsumsi makanan tinggi serat untuk kesehatan usus akan menjadi prioritas mereka tahun ini. Fenomena “fibermaxxing” yang viral di TikTok kini menjadi gerakan kesehatan global yang didukung oleh perusahaan makanan raksasa seperti PepsiCo dan Coca-Cola.


Berdasarkan data Department of Health and Human Services AS, lebih dari 90% wanita dan 97% pria tidak memenuhi asupan serat harian yang direkomendasikan. Rata-rata orang hanya mengonsumsi 10-15 gram serat per hari, padahal kebutuhan ideal adalah 25-38 gram.


Tahun 2025 menjadi era dominasi protein, tapi sekarang giliran serat mencuri perhatian. Mengapa? Karena kesadaran masyarakat terhadap kesehatan usus (gut health) meningkat drastis, terutama seiring popularitas obat penurun berat badan GLP-1 yang juga dapat dipicu secara alami oleh asupan serat.

Fibermaxxing 2026 kalahkan protein jadi trending bukan sekadar hype media sosial. Ini adalah respons terhadap defisiensi nutrisi yang nyata dan kesadaran bahwa serat memainkan peran krusial dalam kesehatan pencernaan, kontrol gula darah, penurunan kolesterol, hingga pencegahan kanker kolorektal.


Apa Itu Fibermaxxing?

Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein untuk Gut Health

Berdasarkan definisi dari Houston Methodist, fibermaxxing adalah praktik memaksimalkan asupan serat harian untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Gerakan ini berfokus pada peningkatan konsumsi serat dari makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijianโ€”bukan dari suplemen.


Mengapa Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein Jadi Trending?

Berdasarkan riset Datassential yang melibatkan lebih dari 350 operator dan 1.000 konsumen, berikut alasan utama mengapa fiber mengalahkan protein sebagai tren kesehatan 2026:

1. Kesenjangan Asupan Serat yang Masif

Data American Society for Nutrition 2025 menunjukkan hanya 7% orang dewasa Amerika yang memenuhi asupan serat harian yang direkomendasikan. Sebagian besar hanya mendapat sekitar setengah dari jumlah yang dibutuhkan.

Stephanie Mattucci, Principal Strategist di Mintel, menjelaskan bahwa saat ini 90% wanita dan 97% pria di AS tidak memenuhi kebutuhan serat harian mereka. Untuk kebanyakan orang Amerika, rentang yang direkomendasikan biasanya antara 25-38 gram serat per hari.

2. Koneksi Gut Health dan GLP-1

Menurut laporan Datassential 2026, serat dapat secara alami meningkatkan hormon GLP-1 dalam tubuhโ€”hormon yang sama yang ditargetkan oleh obat penurun berat badan populer. Lebih dari 50% konsumen menyatakan bahwa mengonsumsi makanan untuk kesehatan usus (seperti serat) akan penting bagi kesehatan mereka di 2026.

3. Dukungan Industri Makanan Global

PepsiCo CEO Ramon Laguarta menyatakan dalam earnings call Oktober 2025: “Saya pikir serat akan menjadi protein berikutnya. Konsumen mulai memahami bahwa serat adalah manfaat yang mereka butuhkan. Ini sebenarnya adalah defisiensi dalam diet konsumen AS, dan itu akan ditingkatkan.”

PepsiCo berencana meluncurkan Smartfood Fiber Pop (6 gram serat per sajian) dan SunChips Fiber pada Februari 2026. Sementara Coca-Cola telah meluncurkan soda prebiotik mereka di 2025.

4. Tren Media Sosial yang Viral

Hashtag “fibermaxxing” telah mengumpulkan ribuan postingan di TikTok, dengan para content creator membagikan meal prep tinggi serat, tips meningkatkan asupan serat, dan hasil kesehatan yang mereka rasakan seperti kenyang lebih lama dan pengurangan jerawat hormonal.


Manfaat Fibermaxxing untuk Kesehatan – Data Terverifikasi

Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein untuk Gut Health

Fibermaxxing 2026 kalahkan protein jadi trending karena manfaat kesehatan yang terbukti secara ilmiah. Berikut manfaat utama berdasarkan riset:

Kesehatan Pencernaan

Dua jenis seratโ€”soluble dan insolubleโ€”bekerja sama untuk menjaga kenyang lebih lama, meningkatkan pencernaan, dan menurunkan tekanan darah serta kolesterol, menurut ahli gizi yang dikutip CNBC.

  • Soluble fiber larut dalam air dan membentuk gel yang memperlambat pencernaan
  • Insoluble fiber menambah bulk pada feses dan membantu pergerakan usus
  • Meningkatkan keteraturan pencernaan dan mencegah konstipasi
  • Mendukung mikrobioma usus yang sehat

Kontrol Gula Darah dan Berat Badan

Dalam beberapa hal, serat bisa meniru efek obat penurun berat badan karena membutuhkan waktu lebih lama untuk memecah makanan dan karenanya bertahan di perut lebih lama, yang bisa menjadi faktor popularitasnya baru-baru ini.

Sumber: Kate Pelletier, RDN, University of Michigan Health (CNBC, Desember 2025)

  • Meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan kalori
  • Memperlambat penyerapan gula dan mencegah lonjakan insulin
  • Mendukung sensitivitas insulin
  • Membantu produksi asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acids)

Pencegahan Penyakit Kronis

Berdasarkan UCLA Health, meningkatkan asupan serat dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, obesitas, dan kanker usus besar.

โš ๏ธ Catatan Penting: Beberapa riset menunjukkan serat dapat mencegah kanker kolorektal selain meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, menurut National Institutes of Health. Ini menjadi personal bagi banyak orang yang kehilangan orang tua atau kerabat karena kanker usus.


Cara Memulai Fibermaxxing 2026 – Panduan Praktis

Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein untuk Gut Health

Tertarik dengan fibermaxxing 2026 kalahkan protein jadi trending? Berikut panduan praktis berdasarkan rekomendasi ahli gizi terverifikasi:

1. Tingkatkan Asupan Secara Bertahap

โš ๏ธ Peringatan dari Ahli Gizi UCLA: “Jika kita dari ‘nol ke 100’ dalam hal asupan serat, kebanyakan orang akan mengalami gas, kembung, dan bagi sebagian orang, bahkan konstipasi jika mereka tidak mendapat cukup air.” – Yasi Ansari, RDN, UCLA Santa Monica Medical Center

Tips Aman:

  • Mulai dengan menambahkan 5 gram serat per hari selama seminggu pertama
  • Tingkatkan secara bertahap setiap minggu hingga mencapai target 25-38 gram
  • Perhatikan reaksi tubuh Anda terhadap peningkatan serat
  • Jika mengalami ketidaknyamanan, kurangi sedikit dan tingkatkan lebih lambat

2. Perbanyak Konsumsi Air

Mia Syn, RD, menekankan bahwa saat meningkatkan asupan serat, penting untuk minum lebih banyak air. Tanpa hidrasi yang tepat, fibermaxxing dapat menyebabkan konstipasi, diare, kram perut, kembung, dan gas.

  • Minum minimal 8-10 gelas air per hari
  • Tingkatkan konsumsi air seiring dengan peningkatan asupan serat
  • Perhatikan warna urinโ€”harus jernih hingga kuning muda

3. Fokus pada Makanan Utuh

Fibermaxxing menekankan konsumsi serat dari makanan utuh, bukan suplemen. Berikut sumber serat terbaik:

Makanan Tinggi Serat (per porsi):

  • Kacang-kacangan: Lentil (15-16g), kacang hitam (15g), kacang merah (13g)
  • Biji-bijian utuh: Oatmeal (4g per mangkuk), quinoa (5g per mangkuk)
  • Buah-buahan: Raspberry (8g), alpukat (10g), pir (6g), apel dengan kulit (4g)
  • Sayuran: Brokoli (5g), wortel (4g), bayam (4g saat dimasak)
  • Chia seeds: 10 gram serat per 2 sendok makan

4. Integrasikan Serat di Setiap Waktu Makan

Yasi Ansari, RDN, merekomendasikan: “Alih-alih semakin banyak serat semakin baik, saya ingin mendorong pendekatan yang lebih berkelanjutan di mana kita hanya membuat serat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita, lebih disengaja tentang memiliki makanan kaya serat saat sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan kita.”

Contoh Menu Harian Fibermaxxing:

  • Sarapan: Oatmeal dengan chia seeds, buah berry, dan kacang almond (12g serat)
  • Snack Pagi: Apel dengan selai kacang (5g serat)
  • Makan Siang: Salad quinoa dengan kacang hitam, sayuran beragam (15g serat)
  • Snack Sore: Wortel stick dengan hummus (4g serat)
  • Makan Malam: Salmon dengan brokoli kukus dan ubi panggang (10g serat)
  • Total: 46 gram serat โœ“

Fibermaxxing vs Protein – Siapa Pemenangnya?

Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein untuk Gut Health

Berdasarkan analisis Food Navigator, pertanyaan “apakah serat adalah protein baru?” telah ditanyakan berulang kali. Bisakah 2026 menjadi tahun di mana jawabannya adalah ya?

Tren Protein Tetap Kuat

Innova Market Insights 2026 melaporkan bahwa tren protein telah bertahan selama beberapa tahun terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Protein tetap penting bagi konsumen yang mencari pemeliharaan otot, dukungan metabolik, dan makanan serta minuman yang memberikan rasa kenyang tinggi.

Fiber Mengalami Lonjakan Pesat

Datassential melaporkan bahwa serat siap mengalahkan protein sebagai tren kesehatan dominan karena meningkatnya minat terhadap kesehatan usus dan manfaat kenyang yang selaras dengan GLP-1.

๐Ÿ’ก Kesimpulan Ahli: Bukan tentang memilih salah satu. Keduanya adalah nutrisi penting. Namun, mengingat kesenjangan asupan serat yang masif (90%+ tidak memenuhi kebutuhan) vs protein yang sudah banyak dikonsumsi, fokus pada fiber menjadi lebih mendesak untuk kesehatan publik.


Evolusi Tren: Dari Fibermaxxing ke Fiber Diversity

Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein untuk Gut Health

Laporan Mintel 2026 Global Food & Drink Prediction mengungkapkan pergeseran besar dari ‘fibermaxxing’ ke fiber diversity. Konsumen kemungkinan akan beralih dari nasihat media sosial untuk mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi setiap hari dan sebaliknya merayakan manfaat fungsional dari mengonsumsi berbagai bahan kaya serat.

Cailin Hall, Head of Research di Myota, memperingatkan: “Sementara ‘fibermaxxing’ membawa lebih banyak kesadaran tentang manfaat serat, penyederhanaan subjek yang kompleks mungkin berarti orang kehilangan manfaatnya. Terlalu banyak serat terlalu cepat bisa sangat bermasalah dari perspektif GI.”

Mengapa Keberagaman Serat Penting?

  • Berbagai jenis serat mendukung berbagai jenis bakteri usus
  • Keberagaman mikrobioma dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik
  • Berbagai sumber serat memberikan nutrisi dan fitokimia yang berbeda
  • Mengurangi risiko ketidaknyamanan pencernaan dari satu jenis serat saja

Perhatian Khusus – Siapa yang Harus Berhati-hati?

โš ๏ธ Konsultasi Medis Diperlukan Untuk:

  • Penderita IBS (Irritable Bowel Syndrome)
  • Penyakit Crohn
  • Ulcerative Colitis
  • Kondisi pencernaan lainnya

Yasi Ansari, RDN (UCLA) menyarankan agar orang dengan kondisi ini berkonsultasi dengan ahli gizi terdaftar tentang peningkatan asupan serat mereka.


Industri Makanan Merespons Tren Fibermaxxing

Fibermaxxing 2026 kalahkan protein jadi trending telah mendorong inovasi besar-besaran di industri makanan dan minuman:

Produk Baru Tahun 2026

  • PepsiCo: Smartfood Fiber Pop (6g serat/porsi), SunChips Fiber dengan whole grains dan black beans
  • Whole Foods: Memasukkan fiber sebagai salah satu tren teratas 2026 dengan produk pasta, roti, crackers, dan bars yang diperkaya serat
  • Coca-Cola: Prebiotic soda yang diluncurkan 2025
  • Nestlรฉ & Olipop: Berbagai minuman prebiotik

Label “High Fiber” Semakin Populer

Berdasarkan Datassential, 42% konsumen percaya bahwa atribut “high fiber” pada label nutrisi produk makanan atau minuman penting untuk mendefinisikan produk tersebut sebagai “sehat”.

Baca Juga Tidur Diet Olahraga Tambah 1 Tahun Sehat 2026


FAQ: Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein Jadi Trending

Berapa banyak serat yang harus saya konsumsi per hari?

Rekomendasi asupan serat harian adalah 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria menurut Department of Health and Human Services AS. Namun, rata-rata orang hanya mendapat sekitar 10-15 gram per hari. Mulailah secara bertahap dan tingkatkan hingga mencapai target yang direkomendasikan.

Apakah fibermaxxing aman untuk semua orang?

Fibermaxxing umumnya aman, tetapi tidak untuk semua orang. Orang dengan IBS, penyakit Crohn, atau ulcerative colitis harus berhati-hati saat meningkatkan serat dan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi terdaftar. Peningkatan serat yang terlalu cepat dapat menyebabkan gas, kembung, atau konstipasi pada siapa pun jika tidak diimbangi dengan air yang cukup.

Apa perbedaan antara soluble dan insoluble fiber?

Soluble fiber larut dalam air dan membentuk gel yang memperlambat pencernaan, membantu menurunkan kolesterol dan mengontrol gula darah. Ditemukan dalam oat, kacang-kacangan, dan beberapa buah. Insoluble fiber tidak larut dalam air, menambah bulk pada feses dan membantu pergerakan usus. Ditemukan dalam whole grains, kacang-kacangan, dan banyak sayuran. Kedua jenis ini penting untuk kesehatan optimal.

Mengapa air sangat penting saat fibermaxxing?

Serat menyerap air saat bergerak melalui sistem pencernaan. Tanpa hidrasi yang memadai, peningkatan asupan serat dapat menyebabkan konstipasi, kram perut, kembung, dan gas. Ahli gizi merekomendasikan minum minimal 8-10 gelas air per hari saat meningkatkan asupan serat.

Bisakah serat menggantikan obat penurun berat badan GLP-1?

Tidak. Kate Pelletier, RDN di University of Michigan Health, menegaskan bahwa serat TIDAK cukup sebagai alternatif obat GLP-1. Meskipun serat dapat meniru beberapa efek (rasa kenyang lebih lama) karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah, diet seimbang adalah cara terbaik untuk tetap sehat. Serat dapat meningkatkan hormon GLP-1 secara alami, tetapi tidak sama dengan obat resep.

Apakah suplemen serat sama baiknya dengan makanan utuh?

Fokus fibermaxxing adalah pada makanan utuh, bukan suplemen. Serat dari makanan utuh datang dengan nutrisi tambahan seperti vitamin, mineral, dan fitokimia yang tidak ada dalam suplemen. Makanan utuh juga memberikan berbagai jenis serat yang mendukung keberagaman mikrobioma usus.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari fibermaxxing?

Hasil bisa bervariasi, tetapi banyak orang melaporkan merasakan perbedaan dalam 1-2 minggu setelah meningkatkan asupan serat. Manfaat yang dilaporkan termasuk kenyang lebih lama setelah makan, pencernaan yang lebih teratur, energi yang lebih stabil, dan pada beberapa kasus, pengurangan jerawat hormonal. Untuk manfaat kesehatan jangka panjang seperti penurunan kolesterol dan kontrol gula darah yang lebih baik, mungkin perlu beberapa bulan konsistensi.


Fibermaxxing 2026 Kalahkan Protein Jadi Trending

Fibermaxxing 2026 kalahkan protein jadi trending bukan sekadar fenomena media sosial yang akan berlalu begitu saja. Ini adalah respons terhadap kesenjangan nutrisi yang nyata dan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya kesehatan usus.

๐ŸŽฏ Poin-Poin Kunci:

  • Datassential 2026: Fiber diprediksi mengalahkan protein sebagai tren kesehatan terbesar
  • 50%+ konsumen memprioritaskan makanan untuk gut health di 2026
  • 90%+ orang tidak memenuhi asupan serat harianโ€”kesenjangan yang mendesak
  • Industri makanan global (PepsiCo, Coca-Cola, Whole Foods) meluncurkan produk tinggi serat
  • Pendekatan berkelanjutan: Tingkatkan serat bertahap, perbanyak air, fokus pada makanan utuh dan keberagaman

Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa tren ini harus berkembang dari “maxxing” (maksimalisasi kuantitas) ke “fiber diversity” (keberagaman serat) untuk manfaat kesehatan optimal dan menghindari ketidaknyamanan pencernaan.

๐ŸŒŸ Siap Memulai Perjalanan Fibermaxxing Anda?

Mulailah dengan langkah kecil: tambahkan satu makanan tinggi serat ke setiap waktu makan hari ini. Perhatikan bagaimana tubuh Anda merespons, tingkatkan konsumsi air, dan nikmati manfaat kesehatan yang terbukti dari asupan serat yang memadai!


Tim ahli kesehatan, fitness, dan empowerment dengan lebih dari 10 tahun pengalaman dalam industri wellness. Kami berdedikasi untuk memberikan informasi kesehatan yang akurat, terverifikasi, dan aplikatif berdasarkan riset terkini dan sumber-sumber kredibel. Semua artikel kami melalui proses fact-checking yang ketat untuk memastikan pembaca mendapatkan informasi terpercaya yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.


Referensi

  1. Datassential. (November 2025). “2026 Food and Beverage Trends Report“.
  2. Cohen, S. (Januari 2026). “Is ‘fibermaxxing’ a sound nutrition trend?“. UCLA Health.
  3. Lucas, A. (Desember 2025). “Food brands chase fibermaxxing trend with new high-fiber products“. CNBC.
  4. Houston Methodist. (Januari 2026). “Fibermaxxing: Should You Try the High-Fiber Diet Trend?“.
  5. Mintel. (Oktober 2025). “Fibermaxxing fades as fiber diversity dominates 2026 trends“. NutraIngredients.
  6. Richter, M.M. (November 2025). “Diet Trends to Watch in 2026: Metabolic Eating, Gut Health Prioritized“. The Food Institute.
  7. CNBC. (Januari 2026). “Are you fibermaxxing in 2026? A nutrition coach shares 5 easy ways to get more of this key nutrient in your diet this year“.
  8. Food Navigator. (Desember 2025). “Battle of the food and beverage trends 2026: Contenders announced“.


Back To Top